Rabu, 06 Januari 2010

Act 05 : Founded!

< Back to Homepage

“Akhirnya!” Teriak Diki lega. Kenapa? Karena Diki sangat kelelahan dalam perjalanan pulang menuju Barrak Xian. Tentunya ia sangat lega saat sampai di barrak Xian.
“Hey hey! Mau kemana? Bantu dulu dong angkatin barang-barangnya!” Perintah Zimi saat Diki mulai beranjak dari situ.
“Ah Zimi. Aku kan capek…” keluh Diki.
“Kita semua capek Dik. Kan kalau dah selesai, tinggal istirahat. Bantu dulu dong.” Kata Azmi.
“Iya iya…” Gerutu Diki. Ia pun mulai membantu Zimi dan Gumy untuk membereskan barang-barang yang mereka bawa saat berada di hutan Angel Falls. Sedangkan MTD, ia pergi untuk member laporan pada Ryon.
Sedangkan di salah satu penginapan kota Airoka, Shino dan Mizuki mulai bersiap-siap untuk melakukan pengintaian. Sesuai rencana, Shino akan mengintai fasilitas militer kota Airoka sedangkan Mizuki akan mengintai kehidupan masyarakat dan pemerintahannya.
“Eh Shino, Aku jadi kepikiran tentang Gumy…” Tiba-tiba Mizuki membuka pembicaraan.
“Gumy? Gumy yang mana?” Tanya Shino sambil terus mencari baju yang cocok untuk mengintai.
“Itu, yang selalu bersama Zimi dan Diki. Yang waktu itu kita ketemu di kota Ardent.”
“Oh, maksudmu si Magician itu. kenapa tiba-tiba kau teringat dia?”
“Yah, tahu kan? Sejak mereka meninggalkan kita tanpa pamit di kota Ardent, hingga saat ini pun mereka juga tidak member kabar…”
“Sudahlah Mizuki. Aku yakin mereka tak terlalu ingat kita. Kita kan hanya bertemu dua tiga kali. Mana mungkin mereka ingat kita.” Kata Shino sekenanya. Ia telah selesai memakai baju. Shino mengenakan t-shirt dengan gambar kerajaan fenrir dan celana coklat panjang yang sudah koyak di bagian lututnya. Ia juga memakai jaket hitam untuk membuatnya lebih sulit dikenali. “Daripada kita membicarakan hal-hal yang enggak jelas, mendingan kita pergi sekarang.” Saran Shino pada Mizuki.
“Tapi, aku kan belum mengganti pakaianku. Apa tidak apa-apa?” Tanya Mizuki khawatir. Mizuki memakai baju putih yang mirip dengan baju kerajaan tempo dulu, dengan celana panjang putih.
“Itu kan bukan baju Xian. Tidak apa-apa. Lagi pula baju itu pas sekali denganmu. Kau bisa membaur dengan cepat.” Shino menyemangati Mizuki.
“Baiklah jika kau bilang begitu. Sekarang, coba kita lihat apa perintah selanjutnya.” Kata Mizuki sambil membuka tas yang berada di meja dekat dengannya. Ia mengeluarkan beberapa surat dan ia mengambil sebuah surat yang di atasnya tertulis “Second Assignment”. Di dalamnya tertulis, “Kepada Shino, aku memintamu untuk mengintai di fasilitas pelatihan pasukan perang Fenrir. Kau akan mennyamar sebagai pelatih pasukan jarak dekat dengan nama Sakura. Seluruh berkas-berkas yang diperlukan mulai dari surat perintah palsu, tanda pengenal, biodata, dan juga yang lain telah kami sediakan di surat berikutnya. Sedangkan Mizuki, aku menginginkan kau untuk mengintai dan mengorek informasi di sebuah Saloon dekat dengan pusat kota. Nama Saloonnya adalah Yamakura. Di sana merupakan Saloon yang terkenal dan juga sering dikunjungi oleh penjabat-penjabat pemerintahan. Aku memintamu untuk berkerja di sana. Namun, kami tidak banyak membantu, kami hanya dapat memberikan jaminan bahwa kau sudah diterima berkerja di sana dengan nama Usagi….”
“Itu ya? Coba kulihat surat untukku..” Kata Shino sambil mencari sebuah surat. Tak lama ia menemukan sebuah surat dengan tulisan di depannya ‘SHINO APPLIANCE, BURN ENVELOPE AFTER OPEN’. Shino membuka surat tersebut dan di dalamnya berupa surat-surat palsu tentang dirinya yang bernama Sakura.
“Jadi Shino, apa kita akan berangkat sekarang?” Tanya Mizuki.
“Ya. Tapi mulai sekarang panggil aku Sakura.” Kata Shino enteng.
“Baik. Kau juga memanggilku Usagi ya?” Tambah Mizuki. Mereka berdua tertawa kecil. Mereka keluar dari penginapan tersebut dan berpisah untuk melaksanakan perannya masing-masing.
* * *
“Hey Diki…” Tiba-tiba Zimi memanggil Diki.
“mm…” Jawab Diki sambil terus melakukan push-upnya.
“Setelah kita sampai disini kan, kita pernah bikin janji untuk melakukan sesuatu. Iya kan?” Tanya Zimi.
“Uh-huh…” Jawab Diki.
“Tapi kok, rasanya ada sesuatu yang akan terjadi sebentar lagi.” Tambah Zimi. Mendengar hal itu, diki langsung menghentikan push-upnya.
“Maksudmu?” Tanya Diki.
“Kau tidak merasakan hal itu dik? Seperti perasaan alam sekarang, agak aneh. Benar kan Gum?” Tanya Zimi pada Gumy.
“Iya. Angin sepertinya ingin memberitahu kita tentang suatu hal. Namun, kita tak tahu apa maksud dari sang angin.” Timpal Gumy.
Diki berdiri dan berkata seenak hatinya, “Begitu kan bagus. Kalau begitu kita akan merasakan petualangan yang baru lagi. Iya kan?” Mendengar hal itu, Zimi dan Gumy hanya bisa geleng-geleng kepala.
Tiba-tiba saja seseorang menerjang pintu kost Xianist laki-laki. Semua yang berada di dalam kost itu langsung melihat ke arah orang yang menerjang pintu tersebut. Termasuk Diki, Zimi dan Gumy. Saat dilihat, orang yang menerjang pintu tersebut adalah salah satu penjaga pintu gerbang Xian.
“Permisi, saya mencari Zimi, Gumy, dan Diki. Apa mereka ada?” Tanya Penjaga itu.
“Ya, itu kami. Ada apa?” Tanya Zimi.
“Ikuti aku. Cepatlah!” perintah penjaga itu. Mau tidak mau mereka bertiga mengikuti penjaga itu. Penjaga itu membawa mereka ke ruangan Ryon. Sesampainya di sana, penjaga itu memerintahkan mereka bertiga untuk masuk.
“Permisi…” Diki pertama kali masuk ke dalam. Saat ia masuk, yang ia lihat adalah Tuan Ryon dan MTD sedang berdebat tentang suatu hal. Namun mereka terhenti saat Diki masuk ke dalam ruangan.
“Diki, silahkan masuk. Ajak juga temanmu masuk.” Kata MTD. Mendengar hal itu, Zimi dan Gumy pun masuk ke dalam ruangan. Masih kebingungan kenapa mereka dipanggil, Zimi mulai membuka pembicaraan.
“Untuk apa kami di panggil tuan Ryon?”
Ryon memandang mereka dengan tajam. “Kalian, coba ke sini.” Ajak Ryon. Diki dkk mendekati Ryon. Dan Saat Ryon menunjuk sesuatu di atas meja kerja, ia berkata, “Inilah alasanmu datang.” Ia menunjuk sebuah peta daerah Xian dan juga sebuah artifak yang Diki dkk bawa dari hutan Angel Falls.
“maksudnya?” Gumy makin tidak mengerti.
“Coba lihat artifak ini. Artifak ini adalah artifak yang menunjukkan senjata para leluhur kita. Disebut juga dengan A.G.S atau Ancient Gear Suit. Mirip dengan M.W.A.R namun lebih memiliki ketahanan saat diserang dan juga memiliki kemampuan-kemampuan khusus. Dan dalam artifak ini ada tiga koordinat yang menunjukkan letak tiga A.G.S tersebut.” Jelas Ryon.
“Dan, setelah kita lihat. A.G.S tersebut terletak di Pulau Revenant, Kota Kakushu yang ada di bagian kerajaan Fenrir, dan kota Ardent.” Tambah MTD.
“APA!? Jadi ada senjata rahasia yang berada di kota Ardent. Kalau begitu kita harus menemukannya dengan cepat sebelum Orang-orang Fenrir itu mendapatkannya.” Usul Gumy.
“Pantas saja Fenrir ingin sekali mendapatkannya. Untung saja kita masih mengendalikan Fenrir.” Kata Diki tenang.
“Tidak. Kota Fenrir kembali jatuh setelah kita pergi untuk berlatih di hutan Angel Falls.” Sanggah MTD.
“HA?! Bagaimana ini? Mereka pasti sudah mendapatkannya!” Diki mulai panik.
“Aku rasa tidak. Dari intelijen yang kudapatkan, mereka hanya mengendalikan M.W.A.R dan mereka belum melakukan penggalian di sana.” Kata Ryon.
“kalau begitu, kita tidak boleh membuang waktu lagi. Tuan Ryon! Berikan kami perintah untuk maju ke sana.” Pinta Diki.
“Tidak mungkin. Kota Ardent sangat di jaga ketat. Kita juga memerlukan waktu untuk menggalinya.” Jawab Ryon. “Andai saja dia ada di sini…”
“Dia? Siapa dia?” Tanya Zimi.
“Dia merupakan Specialist terbaik yang biasa bertugas untuk membantu bertempur. Dia juga memiliki alat penggali yang dapat mendeteksi apa yang ingin kita cari. Namun…” Ryon menghentikan pembicaraan itu.
“Kenapa Tuan?” Tanya Diki.
“Karena aku, dia pergi entah kemana…” Tambah MTD.
“Kenapa Tuan MTD?” Tanya Diki.
“Urusan pribadi. Entahlah…” jawab MTD sekenanya.
“hmm… jadi kita tidak bisa berbuat apa-apa sekarang..” Zimi menyimpulkan. Ryon dan MTD mengangguk. Diki hanya bisa memukul meja kerja Ryon dengan keras tanda kekesalannya.
“SIAL!” Teriak Diki.
* * *
Hari kedua pengintaian, Shino berhasil mengorek informasi bahwasanya M.W.A.R merupakan senjata terkuat untuk menghancurkan Barrier Xian yang terkenal kuat. Dan dari Mizuki, ia mengetahui kalau Fenrir sedang mengadakan perjanjian Aliansi dengan Knightdom of Nemuro, dan juga beberapa kota di Fenrir yang terletak di Pegunungan Amane.
“Nampaknya yang kita lawan sangat banyak ya…” Gumam Mizuki. Namun terdengar oleh Shino.
“kau takut Mizuki?” Tanya Shino sambil membereskan tempat tidurnya.
“Tidak, namun apa tidak sebaiknya kita menyerah?” Pikir Mizuki.
“Tidak Shino. Kita tidak boleh menyerah. Ingatlah kalau mereka telah menyerang kota Ardent. Mereka itu kejam! Dan kita tidak boleh kalah dari mereka.” Kata Shino. Mizuki hanya membuang nafasnya.
“ya sudahlah, lebih baik kita mengintai kembali. Paling tidak tiga hari lagi sebelum kita pulang.” Kata mizuki. Shino mengangguk dan mengikuti langkah Mizuki keluar dari penginapan.
Saat mereka berpisah, di tengah jalan Shino di tangkap oleh empat orang tak dikenal. Mereka menggunakan obat penidur di sapu tangan yang digunakan untuk membekap mulut Shino. Sedangkan Mizuki yang sampai di Saloon Yamakura kembali melakukan pekerjaannya sebagai pelayan di sana.
* * *
Malam berlalu, Shino terbangun oleh guyuran air. Saat terbangun, ia melihat kalau ia berada dalam sebuah ruang tahanan. Tempat apa ini? Pikir Shino. Tak lama, seseorang masuk kedalam ruang tahanan Shino.
“jadi kau yang namanya sakura ya? Atau mungkin kau punya nama lain, Xianist?” Tanya orang tersebut. Shino tahu kalau dirinya sudah ketahuan. Namun ia bisa mengendalikan dirinya.
“Tidak, namaku adalah Sakura. Kenapa kalian menangkapku?” Tanya Shino.
“oh, Baiklah Sakura. Aku mau bertanya, kenapa kau berada di sini?”
“Aku dipindah-tugaskan untuk melatih pasukan jarak dekat di sini.”
“Hmm.. masuk akal, namun kenapa tidak ada pemberitahuan dari kerajaan Fenrir?”
“Mungkin kau tidak menerimanya secara langsung”
“Baik, namun aku bertanya pada sehelai kain merah yang terdapat di lapangan latihan. Apa ini? Kenapa ada lambang Xian dan tulisan Shino di sini?” Tanya Orang tersebut. Shino terkejut dengan kain merah tersebut. “mengapa? Tak bisa menjawab? Lagi pula surat yang kau berikan telah kadaluwarsa sejak dua tahun yang lalu. Jadi pastinya kau adalah seorang penyusup. Sekarang katakan darimana kau?” tambah Orang tersebut.
Shino kembali menguasai dirinya. Ia berkata dengan tenang, “Sudah kukatakan semuanya.”.
“baiklah, Ayo kita keluar. Biarkan waktu yang akan membuatnya berpikir.” Perintah Orang tersebut kepada penjaga sebelum ia keluar. Lalu lampu dimatikan. Shino tak dapat melihat apapun. Dia hanya berharap kalau Mizuki tidak apa-apa.
Sedangkan saat ini, Mizuki yang sedang membereskan Saloon Yamakura, Seorang koki perempuan memanggilnya. “Hey, Mizuki. Bisa bantu di sini sebentar?”
“Iya, sebentar!” teriak Mizuki. Tak lama kemudian, Mizuki menghampiri koki tersebut dan membantunya membereskan dapur.
“Hey Usagi.” Kata koki tersebut.
“Iya?”
“apa kau mendengar berita pagi ini?”
“Tidak, memang kenapa?”
“Salah seorang pelatih di tempat pelatihan prajurit pemerintahan kita ditangkap dengan dugaan sebagai mata-mata xian.”
Mizuki terhenyak. Ia sangat kaget saat mendengar hal itu. Jangan-jangan…. Shino….
“Usagi? Kau kenapa?” Tanya koki tersebut sambil menepuk bahunya.
Mizuki sadar dan menjawab perkataan itu gelagapan. “Ah, eh t-tidak apa-apa. Hanya terkejut saja. Kenapa bisa Xian berani mengirim mata-mata ke kota ini?”
“entahlah. Yang jelas mata-mata itu pasti takkan selamat.”
Mizuki kaget. “Tidak selamat?! Kenapa?” Tanya Mizuki cepat.
“Jika ia terbukti sebagai mata-mata, maka esoknya ia akan digantung. Dan jika ia tidak mengaku, maka ia akan terus disiksa hingga mengakui perbuataannya atau hingga dia mati.” Jelas koki tersebut. Mendengar hal itu, Mizuki hanya terdiam menatap meja yang ia bersihkan dengan tatapan kosong tak berarti. Di pikirannya terbayang Shino yang disiksa habis-habisan di suatu tempat hingga ajal menjemputnya.
“Anu… eh… aku.. aku harus pulang dulu. Terima Kasih sudah Memberitahukanku tentang berita ini.” Kata Mizuki. Koki itu mengangguk. Lalu Mizuki pun pulang menuju tempat penginapannya.
* * *
Sesampainya di sana, Mizuki bersiap dengan baju perang Xian Shino. Sambil membawa buku sihir hitam di tangan kanannya dan tongkat sihirnya di tangan kiri, Mizuki pun Berangkat menuju tempat pelatihan prajurit Fenrir.
30 menit kemudian, sesampainya di tempat pelatihan tersebut, Mizuki sudah melumpuhkan sekitar sepuluh penjaga pintu masuk. Dimana si Shino? Pikir Mizuki. Namun, belum sempat ia mencari di mana keberadaan Shino, muncul sebuah Bug-Def. Sial! Alarm diam berbunyi! Dengan segera, Shino membuka buku sihir hitam tersebut dan yang ia lihat adalah sihir ‘Water hurricane’
“Mizu…Kaze…su…des…are…ya!”
Angin yang berhembus menjadi kencang dan berubah menjadi topan yang sangat dahsyat dengan tambahan air-air yang berada di topan tersebut. Namun Bug-Def tersebut nampaknya tidak terkena damage sedikitpun. Kembali Mizuki membaca buku sihir hitam tersebut.
Sihir Water Hurricane akan lebih efektif jika di gabungkan dengan poison react atau dengan acid rainstorm.
Mizuki membuka halaman buku tersebut dengan tergesa-gesa, sedangkan Bug-Def bersiap untuk meluncurkan misil yang berada di tangannya. Sesaat kemudian ia melihat judul buku tersebut ‘Acid Rainstorm’ namun terlambat! Misil tersebut sudah diluncurkan dan mengenai tubuh Mizuki.
Mizuki terhempas jauh. Ia terluka berat. Ia berusaha bangun namun luka-lukanya sangat parah sehingga sangat sulit baginya untuk bangun. Dan Bug-Def tersebut terus mendekatinya. Aku…tak…boleh…kalah…Shino…Shino…Shino…harus…Selamat….! Itulah yang ada di benak Mizuki. Namun ia sadar kalau ia berada pada situasi yang sangat gawat dimana musuhnya terus mendekatinya.
Kalau saja aku bisa selamat….
DHUAARR!!
Tiba-tiba ledakkan terjadi. Ledakan tersebut berasal dari Bug-Def. Mizuki melihat ke belakang dan ia lihat sosok hitam yang sedang memegang senjata yang sangat panjang.
“Hey Usagi. Sedang apa kau disini?” tanyanya. Mizuki sepertinya mengenali suara tersebut.
“Ha? Eh? Siapa di sana?” teriak Mizuki. Sosok tersebut mendekat dan ia tersenyum.
“pekenalkan. Aku ini koki yamakura Saloon.” Rupanya sosok tadi adalah koki yang tadi Memberitahukan Mizuki tentang tertangkapnya Shino.
“Aku… eh… kau sendiri?” Tanya Mizuki kembali.
“aku? Aku cuman ingin menyelamatkan seseorang disini.”
“heh?” Mizuki tidak mengerti tentang apa yang diucapkan koki tersebut. Pakaian yang dikenakan koki ini sangat berbeda dengan yang tadi sore. Ia berpakaian dengan baju dan celana hitam serta di kepalanya terikat sebuah kain merah. di punggungnya terselempang senjata panjang tadi yang rupanya adalah RPG MSG0-112 dan di tangan kirinya ada sebuah koper yang sedang. “Pakaianmu kok seperti ini?”
“Sudahlah, aku tahu kamu adalah seorang Xianist. Aku juga. Perkenalkan, namaku Mako. Aku adalah mata-mata yang diutus dari pusat negara Xian untuk melihat tentang gerak-gerak pemerintahan fenrir di sini.” Jelasnya singkat.
“Sudah berapa lama?” Tanya Mizuki.
“mungkin sudah 3 tahun. Sudahlah, penjelasannya nanti saja. Sekarang kita tolong temanmu dari sini. Aku tahu tempat dimana temanmu ditahan. Ayo Usagi!” ajaknya sambil beranjak dari sana.
“Ya!” Mizuki mengikuti Mako kemana ia akan melangkah.
* * *
Di barak Xian, Seorang penjaga menghampiri Ryon di kantornya.
“Tuan! Ada berita penting!” lapor penjaga itu.
“Ya, apa itu?”
“Shino dikabarkan tertangkap oleh pasukan fenrir saat menjalani tugasnya.”
“…Jadi… Bagaimana dengan Mizuki?” Tanya Ryon.
“Tidak ada kabar, namun ada laporan bahwasanya pasukan penjaga di fasilitas pelatihan pasukan fenrir terluka dan cyborg pertahanannya hancur.”
itu pasti Mizuki. Buku sihir hitam yang kuberikan mungkin dipakainya. Pikir Ryon. “Baiklah, kalau begitu, kita bisa melakukan penyerang untuk membebaskan kota Ardent. Kumpulkan semua pasukan di lapangan dan panggil Diki, Zimi, dan Gumy ke kantorku!” perintah Ryon.
“SIAP!” penjaga itu memberi hormat kepada Ryon sesaat lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut sambil berlari.
***
30 menit kemudian di kota Airoka, Mizuki dan Mako menemukan sebuah penjara yang sangat gelap.
“Gelap sekali! Aku tak bisa melihat apapun!” keluh Mako.
“Biar aku yang mengurus.” Jawab Mizuki cepat sambil mengangkat tongkat sihirnya. Karena ia adalah penyihir sihir putih, maka cahaya akan selalu muncul sebagai obor di dalam kegelapan. Dan ia menggunakan keahliannya itu dengan cermat. Tongkat sihirnya bercahaya dan menerangi kegelapan Walaupun cahayanya terbatas karena tempatnya sangat gelap.
Setelah beberapa lama berjalan, mereka menemukan sebuah sel yang berbeda daripada yang lain.
“Usagi, disinilah tempatnya!” kata Mako.
“kenapa kau begitu yakin?”
“Coba lihat ini.” Seraya memberikan sebuah targeting glass dari kantongnya.
“hah?”
“Pakai saja.” Mizuki memakai targeting glass tersebut, lalu ia melihat sebuah sosok bayangan yang sedang terikat. Nampaknya sosok itu sangat tidak berdaya. “Coba pindahkan dalam mode Invincble wall dengan menekan tombol atas di sampingnya.” Mizuki mengikuti perintah mako. Lalu ia melihat seseorang yang sangat ia kenal dengan tubuh memar.
“Itu! Shino…” Mizuki shock melihat temannya dalam Kondisi itu. “Mako! Aku mohon selamatkan dia...” pinta Mizuki.
“Baik, sekarang berlindunglah di belakangku.” Perintahnya sambil mengambil RPG di punggungnya. Ia mentargetkan pintu baja yang merupakan pintu masuk sel Shino. Saat Mako menarik pelatuknya, Sebuah Roket melesat dengan cepat hingga menghantam pintu baja tersebut. DHUARR!! Pintu Baja itu rusak namun masih tetap belum hancur. “jadi masih kuat ya…”
Mako membuka koper yang dari tadi ia bawa. Ia mengambil sebuah laras besar lalu memasangnya di RPG. Setelah reload, Mako kembali menembaki pintu baja itu. Namun RPG itu tidak hanya memuntahkan 1 roket, namun 3 roket sekaligus! 3 roket tersebut menghantam baja tersebut dengan kekuatan berkali-kali lipat lebih besar daripada tembakan yang pertama. Pintu baja itupun hancur berkeping-keping. Mizuki masuk ke dalam sel tersebut dan melepaskan ikatan Shino.
“Shino! Kau tidak apa-apa?” Mizuki membangunkan Shino yang tergeletak tak berdaya. Shino nampaknya terbangun namun ia tidak dapat mengatakan apapun.
“Usagi! Kita harus pergi dari sini. Jika berlama-lama di sini, kita akan tertangkap. Mau tak mau, kita harus keluar dari kota ini secepatnya. Bawa ia keluar! Biar aku yang mengambil senjatanya!” perintah Mako. Mizuki mengangguk dan menggendong Shino di belakangnya lalu pergi meninggalkan Mako. Mako pun bergegas mengambil senjata Shino lalu berlari menyusul Mizuki.
ENEMY ALERT! ENEMY ALERT!
Alarm berbunyi dengan sangat keras. Mizuki langsung bersembunyi di reruntuhan, begitu juga Mako. Muncul banyak pasukan Fenrir yang keluar dari tempat itu. Namun mereka tidak masuk ke dalam pusat pelatihan, namun malah pergi menuju pintu keluar.
“tunggu. Kenapa mereka tidak mencari kita?” Mizuki bertanya-tanya.
“Mungkin, ada pasukan yang menyerang kota ini…?”
“apa mungkin itu pasukan Xian? Apa kau tahu?”
“Ya… aku memberikan laporan kepada barrak Xian tentang keadaan kota ini atas nama tidak diketahui. Nampaknya pemimpin barrak Xian mengerti arti yang ku tulis.”
“Memang apa yang kau tulis?” Tanya Mizuki.
“nanti ku beri tahu! Yang jelas kita ambil jalur memutar dari sini untuk keluar. Semoga ada pasukan Xian yang menjemput kita di tempat tersebut.” Kata Mako seraya meninggalkan Mizuki.
“Tunggu!” Teriak Mizuki seraya membetulkan posisi tubuh Shino dan berlari mengikuti Mako.
Sedangkan di pintu masuk kota Airoka, Pasukan Xian sudah melakukan serangan-serangan untuk melumpuhkan barrier kota Airoka. Sesaat setelah barier itu pecah, muncul pasukan darat Fenrir. Tak hanya pasukan darat, namun juga pasukan M.W.A.R. berusaha menyerang pasukan Xian. Namun para specialist pasukan Xian berhasil membuat sebuah device yang disebut dengan nama Crystalizator Shield Barrier yang berguna untuk membuat barrier berbentuk shiel dengan mengkristalisasikan unsur-unsur energy mekanis gerakan M.W.A.R sehingga setiap gerakan yang dilakukan oleh M.W.A.R akan di serap energinya oleh device tersebut lalu diubah menjadi Shield barrier yang bisa digunakan sebagai pertahanan sekaligus sebagai penyerang dengan menggunakannya untuk menabrakkan shieldnya kepada musuh.
“Semuanya! Kita harus bisa menahan serangan hingga mata-mata kita berhasil diselamatkan!” perintah pemimpin pasukan battalion 1 yang bertugas untuk memimpin pasukan specialist.
Sedangkan Mizuki dan Mako yang sampai di pintu keluar rupanya dihadang oleh 3 orang pasukan elite Fenrir. Mereka menyerang Mako dan Mizuki dengan beringas. Mizuki kesulitan untuk menghindari serangan-serangan tersebut karena Shino yang berada di gendongannya. Sedangkan Mako kesulitan karena dikepung oleh 2 pasukan elite.
“Bagaimana ini Mako?” Tanya Mizuki.
“Entahlah. Aku tak tahu…” Mako pun nampaknya tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya.
Mizuki dan Mako mundur perlahan. Mereka tahu bahwa keadaan mereka sangat terjepit, namun sebuah keajaiban muncul! Tiba-tiba ke-3 pasukan elite tersebut pingsan oleh sebuah sabitan pedang MTD.
“Kalian tak apa?” Tanya MTD. Lalu muncul tiga orang yang tak lain dan tak bukan adalah Diki, Zimi, dan Gumy.
Gumy mendekati Mizuki. “Mizuki, kau tak apa?” tanyanya. Mizuki mengangguk. Mako kebingungan. Kenapa Usagi dipanggil Mizuki? Pikirnya.
“Mako… rupanya kau selama ini…” kata MTD. Mako yang sadar kalau didekatnya ada MTD langsung memalingkan mukanya.
“Ya… memangnya kenapa?” Tanya Mako ketus.
“Kenapa 3 tahun ini kau tidak muncul di barrak?” Tanya MTD.
“Terserahku… lagipula tugas itu harus diutamakan.”
“Sudah-sudah. Ayo kita kembali ke barrak sebelum pasukan fenrir dari kota Ardent menyerang. Diki, aku ingin kau memberi sinyal mundur. Biar aku yang memasang jebakan di jalan utama menuju kota Airoka.” Perintah Zimi. Diki mengangguk lalu pergi meninggalkan mereka ber-lima.
“Gumy, bawa mereka ke U.A.T segera! Aku pergi dulu.” Kata Zimi seraya meninggalkan Gumy. Gumy lalu membawa Mizuki dan Shino menuju U.A.T dan MTD membawa Mako ke pasukan utama.
* * *
Sebuah peluncur Suar ditembakkan. Langit menjadi merah karena suar tersebut meledak seperti kembang api.
“Sinyal mundur! Semua tarik pasukan!” teriak pemimpin battalion 1. Semua pasukan Xian menarik pasukannya dari pintu masuk kota Airoka.
***
Sesampainya di barrak Xian…
“Bagaimana dengan kota Ardent?” Tanya Ryon di ruangannya. Di sana terdapat Diki, Zimi, Gumy, Mako, Mizuki, Ryon, dan seorang penjaga pintu gerbang kota Ardent yang berpihak pada Xian.
“Pasukan kota Ardent telah dilumpuhkan setengahnya dan setengah dari seluruh pasukan Fenrir yang lain terpancing dengan serangan kita ke Perbatasan Giantos.” Jawab penjaga gerbang tersebut.
“lalu bagaimana dengan pasukan Khusus Fenrir yang menjaga pemerintahan?” Tanya Zimi.
“Semua telah di habisi oleh pasukan kita. Untunglah sebagian dari pasukan Khusus tersebut masih berada di pihak kita.” Jawab Penjaga Pintu tersebut.
“Bagus! Dengan ini kita bisa melakukan penggalian untuk menemukan benda… um… benda apa tadi???” Tanya Diki.
“A.G.S… Ancient Gear Suit.” Sela Gumy.
“tunggu! Maksudmu Gear Model Attack yang memiliki kemampuan untuk bersinkronisasi dengan sang penggunanya? Kau menemukan tempat dimana Model itu terkubur?” Tanya Mako.
“Iya. Untung dengan kode yang terkandung pada Artifak ini, kita bisa Menentukan letak tepatnya Model tersebut terkubur.” Jawab Ryon.
“namun, bukankah Model itu merupakan model yang paling rumit di antara kelas M.W.A?” Sanggah Mizuki.
“Tidak. Karena A.G.S merupakan model M.W.A yang bisa bersinkronisasi. Kontrolnya tidak perlu dipelajari. Orang yang hanya mahir bertarung jarak dekat bisa menjadi petarung M.W.A.R tipe jarak dekat yang sangat mematikan karena A.G.S memposisikan dirinya sebagai tubuh sang pengguna.” Jelas Ryon.
“kalau begitu, kirimkan langsung pasukan specialist dengan Mako sebagai pemimpinnya untuk menggali tempat tersebut. Biar aku, Zimi, dan Gumy yang akan menjaganya.” Kata Diki. Zimi dan Gumy mengangguk tanda setuju.
“Baiklah. Aku sudah mengira kalian akan meminta hal itu cepat atau lambat. Aku telah mempersiapkan U.A.T untuk kalian. Dan bawa serta alat yang berada di U.A.T paling besar. Kau pasti tahu cara mengoperasikannya kan, mako?” Tanya Ryon.
“Oh, iya. Aku tahu. Baik. Aku permisi! Ayo semua, kita Berangkat!” Perintah Mako seraya meninggalkan ruangan Ryon yang disusul oleh Diki, Zimi, Gumy, dan penjaga pintu gerbang kota Ardent.

< Previous Next >

Tidak ada komentar:

Posting Komentar